8 Rekomendasi Aplikasi AI Untuk Pembelajaran Lebih Efektif Guru Dan Murid

Artificial intelligence (AI) adalah teknologi yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti mengenali wajah, berbicara, menulis, dan belajar. AI memiliki banyak potensi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pembelajaran di berbagai bidang dan konteks. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa aplikasi AI untuk pembelajaran yang menarik dan bermanfaat.

Apa itu AI?

AI adalah cabang ilmu komputer yang bertujuan untuk menciptakan mesin atau sistem yang dapat meniru atau melampaui kemampuan manusia dalam berbagai aspek, seperti pengetahuan, keterampilan, emosi, dan kreativitas. AI dapat dibagi menjadi dua jenis utama: machine learning (ML) dan deep learning (DL).

ML adalah teknik AI yang memungkinkan mesin untuk belajar dari data atau pengalaman tanpa harus diprogram secara eksplisit. ML menggunakan algoritma-algoritma matematika untuk menemukan pola atau aturan dari data dan menggunakannya untuk membuat prediksi atau keputusan baru. ML dapat dibagi lagi menjadi beberapa subjenis, seperti supervised learning (SL), unsupervised learning (UL), semi-supervised learning (SSL), reinforcement learning (RL), dan transfer learning (TL).

DL adalah teknik AI yang menggunakan jaringan saraf tiruan (neural network) sebagai model dasar untuk belajar dari data atau pengalaman. Neural network adalah struktur komputasi yang terinspirasi dari cara kerja otak manusia, terdiri dari lapisan-lapisan unit pemrosesan yang disebut neuron. DL dapat menghasilkan hasil yang lebih kompleks dan akurat daripada ML dengan lebih sedikit data atau pengalaman.

Mengapa AI Penting untuk Pembelajaran?

AI memiliki banyak manfaat potensial untuk pembelajaran di berbagai bidang dan konteks. Berikut adalah beberapa contoh aplikasi AI untuk pembelajaran:

  • Assistensi Pembelajaran: AI dapat membantu guru atau tutor dalam memberikan bantuan kepada siswa dalam hal materi pelajaran, keterampilan penulisan, bahasa asing, matematika, sains, seni, dan lain-lain. Misalnya, Fetchy adalah platform generatif berbasis AI yang dirancang khusus untuk pendidik. Fetchy dapat membantu pendidik membuat pelajaran menarik, menghasilkan newsletter profesional, membuat email profesional lainnya, dan lain-lain.
  • Pengalaman Kelas Lebih Baik: AI dapat meningkatkan interaksi antara guru dan siswa serta antara siswa dengan siswa dalam kelas. Misalnya, Gradescope adalah alat bantu penilaian berbasis AI yang memungkinkan siswa menilai satu sama lain sambil memberikan umpan balik. Gradescope juga dapat membantu guru dalam mengumpulkan jawaban siswa secara otomatis.
  • Personalisasi dan Penutup Gagasan: AI dapat menyesuaikan konten pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, kemampuan, dan gaya belajar masing-masing siswa. Misalnya, Nuance’s Dragon Speech Recognition adalah perangkat lunak pengenalan ucapan yang dapat digunakan oleh guru maupun siswa. Dragon Speech Recognition dapat mentranskrip hingga 160 kata per menit, membantu siswa yang kesulitan menulis atau ketik.
  • Aksesibilitas Lebih Baik: AI dapat membantu siswa yang memiliki kendala fisik, psikologis, atau sosial dalam mengakses sumber daya pembelajaran. Misalnya, Squirrel adalah aplikasi berbasis web yang menggunakan teknologi OCR (Optical Character Recognition) untuk mengubah gambar teks menjadi teks digital. Squirrel juga menggunakan teknologi NLP (Natural Language Processing) untuk memahami konteks gambar teks dan memberikan informasi relevan.

Cara Menggunakan AI untuk Pembelajaran

AI tidak hanya dapat membantu guru dan siswa dalam berbagai aspek pembelajaran, tetapi juga dapat digunakan oleh siswa sendiri untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh siswa untuk menggunakan AI untuk pembelajaran:

  • Menggunakan Aplikasi AI untuk Pembelajaran: Ada banyak aplikasi berbasis AI yang dapat digunakan oleh siswa untuk belajar berbagai topik, seperti bahasa, matematika, sains, seni, dan lain-lain. Misalnya, Duolingo adalah aplikasi belajar bahasa asing yang menggunakan AI untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan konten sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing siswa. Duolingo juga menggunakan AI untuk memberikan umpan balik dan saran kepada siswa tentang cara belajar mereka.
  • Menggunakan Platform Generatif Berbasis AI: Ada beberapa platform generatif berbasis AI yang dapat digunakan oleh siswa untuk membuat konten kreatif, seperti puisi, cerita, kode, esai, lagu, parodi selebriti, dan lain-lain. Misalnya, OpenAI Codex adalah platform generatif berbasis AI yang dapat menghasilkan kode komputer dalam berbagai bahasa pemrograman. OpenAI Codex juga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang pemrograman atau memberikan saran tentang cara meningkatkan kode.
  • Menggunakan Chatbot Berbasis AI: Ada beberapa chatbot berbasis AI yang dapat digunakan oleh siswa untuk mendapatkan bantuan atau informasi dari mesin atau sistem tertentu. Misalnya, Replika adalah chatbot berbasis AI yang dapat menjadi teman percakapan bagi siswa. Replika dapat membantu siswa dalam mengatasi masalah pribadi atau emosional mereka dengan cara mendengarkan, memberi dukungan, dan memberi motivasi.
  • Menggunakan Alat Bantu Penilaian Berbasis AI: Ada beberapa alat bantu penilaian berbasis AI yang dapat digunakan oleh guru atau tutor untuk menilai hasil belajar siswa secara otomatis atau semi-otomatis. Misalnya, Gradescope adalah alat bantu penilaian berbasis AI yang memungkinkan guru atau tutor menilai satu sama lain sambil memberikan umpan balik. Gradescope juga dapat membantu guru dalam mengumpulkan jawaban siswa secara otomatis.

Kesimpulan

AI memiliki banyak potensi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pembelajaran di berbagai bidang dan konteks. Dengan menggunakan teknologi-teknologi seperti machine learning, deep learning, natural language processing, computer vision, speech recognition, and others, siswa dapat mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih baik, personalisasi pembelajaran yang lebih baik, aksesibilitas pembelajaran yang lebih baik, dan bimbingan luar kelas yang lebih baik.

Namun, AI juga memiliki tantangan dan risiko tersendiri dalam bidang pendidikan. Beberapa tantangan tersebut antara lain adalah etika, keadilan, keamanan, keandalan, keberlanjutan, dan lain-lain. Oleh karena itu, siswa harus bijak dalam menggunakan teknologi-teknologi ini dan tidak mengandalkannya sepenuhnya. Siswa juga harus tetap menjaga nilai-nilai moral, budaya, dan sosial mereka sebagai manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook comments